Bab 104

2904 Words

Giana menatap kulkas di dapur rumah Diana dengan mata berbinar. Pagi itu sinar matahari menembus jendela, menerangi seluruh ruangan, membuat suasana terasa hangat dan menyenangkan. Ia menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri, lalu membuka kulkas untuk mulai menyiapkan bahan-bahan membuat es doger. “Kalau Mark suka, aku harus buat yang sempurna,” gumamnya pelan sambil tersenyum sendiri. Ia mengeluarkan santan, es serut, cincau, kolang-kaling, tape singkong, sirup merah, dan s**u kental manis. Semua bahan itu tersusun rapi di meja dapur, dan Giana mulai mengukur bahan satu per satu dengan hati-hati. Ia ingin setiap detail sempurna agar Mark bisa tersenyum lebar ketika mencicipinya. Giana mulai memarut es. Suara gesekan es di parutan membuatnya tersenyum kecil. “Ini pasti akan terlihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD