Bab 100

2487 Words

Arka duduk di ruang tamu, wajahnya tegang, tangan terkepal di pangkuan. Diana duduk di sampingnya, menatap suaminya dengan lembut, mencoba meredakan ketegangan. Mark berdiri di depannya, tenang namun serius, menatap mata Arka yang masih dipenuhi keraguan dan pertanyaan. “Mark… aku ingin semuanya jelas. Aku tidak mau Giana nanti dihujat habis-habisan. Kalau kau memang bukan adik kandungku, aku ingin bukti publik,” ucap Arka dengan suara berat, jelas menahan amarah sekaligus rasa khawatir. Diana menahan napas, matanya menatap Mark. Ia tahu ini akan menjadi momen penting, momen di mana semua keraguan Arka harus dihapus dengan bukti nyata. Mark tersenyum tipis, menunduk hormat ke Arka. “Baik, Arka. Aku mengerti kekhawatiranmu. Aku siap menyerahkan semua bukti yang diperlukan. Tidak hanya un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD