Mark berdiri di depan meja percetakan, matanya menatap dengan serius pada deretan contoh undangan pernikahan yang tersebar. Tangannya terkepal ringan, menahan rasa frustrasi yang muncul. “Gi… lihat ini. Hitam dan putih terlihat elegan, klasik, dan mewah. Aku yakin ini akan lebih sempurna untuk pernikahan kita,” kata Mark, suaranya datar tapi penuh keyakinan. Giana menatap contoh undangan yang ada di tangan Mark dengan mata berbinar dan sedikit kesal. “Mark… aku tidak mau hitam dan putih. Aku ingin lilac dicampur hitam. Itu akan terlihat berbeda, unik, dan tetap elegan. Ini undangan untuk pernikahanku, bukan milikmu saja!” ucap Giana dengan nada tegas, matanya menatap Mark penuh semangat. Mark menghela napas panjang, mencoba tetap tenang. “Gi… lilac dan hitam terlalu kontras. Warna hitam

