Baskara memacu mobilnya membelah kegelapan malam. Tangannya mencengkeram kemudi begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Di dalam kepalanya, suara Sarah yang merintih meminta disetubuhi masih terngiang, tapi anehnya, suara itu justru terdengar seperti kebisingan yang mengganggu. "Kenapa? Seharusnya aku kesal karna Sena lancang membuka ponselku. Aku harusnya marah karna Sena berani-beraninya mengirimi Sarah pesan intimidasi dan foto diriku." Dia mulai merasa aneh dengan dirinya sendiri. Sejak kapan dia jadi sepengecut ini? Dia merasa takut. Bukan takut pada ancaman Sarah soal skandal proyek Lembah Hijau yang bisa menghancurkan kariernya besok pagi, dan bukan juga takut jika Sena mengadu pada ibunya lalu dia dimaki habis-habisan oleh Bu Lastri. Baskara sama sekali tidak peduli

