Ia duduk di tepi ranjang sambil mengancingkan kemeja flanel kotak-kotak yang dibawakan Sena dari rumah. Kancing teratasnya dibiarkan terbuka agar tidak menekan bekas luka di dadanya yang masih sensitif. Dokter Raka berdiri di hadapannya sambil melipat stetoskop ke dalam saku jas putihnya. Ia tersenyum lebar melihat perkembangan pasiennya yang sangat pesat. "Bapak Baskara luar biasa," puji Dokter Raka dengan nada antusias. "Semangat hidup Bapak sangat tinggi. Paru-paru Bapak sudah bersih dan fungsi motorik sudah sembilan puluh persen kembali normal. Ini kemajuan yang sangat cepat." Sena berdiri di samping lemari kecil. Ia mengenakan gamis berwarna navy yang longgar dengan kerudung lebar dan cadar berwarna senada yang menutupi sebagian besar wajahnya. Hanya sepasang matanya yang terliha

