Bab 12: Sebuah Sandiwara Baru yang Tak Berujung

1292 Words

Piyama yang Bima berikan terasa hangat dan lembut di kulitnya, namun Amelia merasa seolah mengenakan pakaian orang asing, sebuah kulit yang bukan miliknya. Aroma Bima, yang dulu memeluknya dengan kehangatan dan rasa aman, kini terasa seperti jarum yang menusuk setiap inci hatinya, sebuah pengingat brutal akan malam yang baru saja terjadi. Dengan langkah yang terasa berat, Amelia berjalan menuju dapur. Dia mencoba mengendalikan setiap gerakannya, berusaha membuat sarapan sederhana. Aktivitas kecil ini, pikirnya, mungkin bisa mengalihkan pikirannya dari kengerian yang ia alami. Namun, setiap gerakan tangannya, setiap suara yang ia buat, seolah menggema di dalam kepala, memperkuat ingatan yang ingin ia hapus. Sentuhan Ardi, bisikan perintahnya yang keji, dan rasa jijik yang menggerogoti ji

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD