Perjalanan pulang dari rumah sakit terasa seperti menempuh jarak ribuan kilometer di atas hamparan jalan yang tak berujung. Di dalam taksi online, suasana hening menyelimuti, namun bagi Amelia, kesunyian itu justru terasa bising. Ia mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu liar, berdegup seirama dengan ketakutan yang merayap di balik tulang rusuknya, seolah-olah ia sedang dikejar oleh sesosok monster tak kasatmata yang siap menerkam kapan saja. Wajahnya pucat pasi, nyaris kehilangan seluruh rona kehidupan, seolah darah telah berhenti mengalir dan berganti dengan cairan dingin yang membeku. Cahaya lampu jalan yang sesekali menyapu wajahnya melalui kaca jendela justru mempertegas bayang-bayang gelap di bawah matanya, menciptakan gurat kelelahan kronis yang dalam. Bima, yang berad

