Setelah menyelesaikan seluruh administrasi dan menerima vitamin yang diresepkan dokter, Bima menuntun Amelia keluar dari area kandungan dengan langkah ringan. Wajahnya berseri-seri, penuh cahaya kebahagiaan yang belum juga surut sejak dokter tadi memastikan kabar yang selama ini mereka tunggu. Tangannya tak lepas menggenggam kantong obat, sementara mulutnya sejak tadi tak berhenti berbicara. Ia sudah sibuk merencanakan banyak hal, menu makanan sehat untuk Amelia, jam istirahat yang harus dijaga, s**u ibu hamil yang paling bagus, sampai larangan-larangan kecil yang menurutnya harus dipatuhi mulai hari ini. “Aku rasa besok kita beli buah lebih banyak, Dokter bilang kamu harus banyak makan yang bergizi.” ucap Bima antusias, matanya berbinar. Amelia yang berjalan di sampingnya hanya menga

