Mengurus Bayi Tua

1622 Words

“Bee bangun ...” “Bentar lagi, Yang,” jawabnya dengan nada serak, khas orang bangun tidur. “Bentar-bentar terus dari tadi!” akhirnya aku mengomel juga, Mas Reiga ini orang terakhir yang aku bangunkan. Sejak selesai subuh tadi, aku sudah membantu Bi Imah dan satu ART lagi memasak sarapan. Setelah itu aku, memberikan Teh melati untuk Kakek yang sedang bersantai di dekat kolam. Lalu aku, membangunkan Embun. Karena hari ini, dia sudah mulai masuk sekolah lagi. Setelah, bolos beberapa hari. “Masih ngantuk, Yang ...” “Salah siapa ngajakin begadang?” “Salah kamu!” “Kok jadi nyalahin aku?” tanyaku dengan sewot. “Gara-gara kamu, Mas jadi ngak bisa tidur. Maunya ngajakin kamu begadang terus!” jawabnya dengan asal, yang sukses membuatku kesal. Tanpa menjawab ucapan Mas Reiga, aku menarik tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD