28. Senyum yang Bukan Untukku

1249 Words

Sejak kembali dari jam istirahat, Nayla seperti tidak diberi jeda. Satu per satu permintaan datang dari Zayn-terlalu banyak, terlalu detail, dan terasa disengaja. Membersihkan ruang rapat yang sebenarnya masih bersih. Mengelap ulang meja kerja eksekutif. Mengganti vas bunga yang tidak ia sentuh sejak pagi. Nayla menuruti semuanya tanpa protes. Bahu kecilnya mulai pegal, telapak tangannya terasa perih, namun ia tetap bekerja dengan kepala tertunduk. Ia tahu, melawan hanya akan memperpanjang masalah. Sementara itu, Irana sudah lebih dulu diminta pulang. Alasannya sederhana-Zayn berkata ia tidak ingin Irana kelelahan. Kalimat itu menusuk Nayla, tetapi ia memilih diam. Hingga akhirnya sore tiba. Jam dinding menunjukkan waktu pulang. Nayla merapikan peralatan kebersihannya, bersiap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD