Dingin… Sakit…

1394 Words

Mata Elvano menyipit tajam. Pupilnya yang membesar akibat adrenalin perlahan mengecil, namun kegelapan di dalamnya tidak memudar. Dia melihat Aira yang gemetar di lantai, menyeret tubuhnya mundur dengan wajah pucat pasi seolah sedang berhadapan dengan malaikat maut. Penolakan itu. Ketakutan itu. Itu membakar ego Elvano lebih panas daripada api neraka. Dia baru saja menghajar seorang pria nyaris mati demi membela kehormatan wanita ini. Dia mengotori tangannya, merusak reputasinya di depan ratusan elit Jakarta, hanya untuk memastikan tidak ada tangan lain yang menjamah milik-Nya. Namun, apa yang dia dapatkan? Bukan terima kasih. Bukan pelukan lega. Melainkan tatapan horor yang menuduhnya sebagai monster. "Kau..." desis Elvano tertahan. Tanpa membuang waktu untuk berdebat, Elvano maju dua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD