SPLASH! "AH!" Baik Zivaa dan Shaka sama-sama terkejut ketika cipratan besar air tiba-tiba menerpa mereka berdua, mobil lain yang hendak keluar dari parkiran restoran itu melewati genangan air dan membuatnya terciprat kemana-mana. "Astaga!" desah Zivaa menunduk melihat bajunya yang basah serta kotor, kain tipis itu mencetak jelas baju dalamnya yang berupa tanktop diatas branya. Shaka pun tak urung kena juga, hanya saja keadaan Zivaa yang lebih parah. Matanya sekilas bisa melihat bentuk tubuh wanita itu, namun dia cepat memalingkan wajahnya. "Pakai ini!" katanya sambil menutupi d**a Zivaa dengan jaket yang dipakainya sebagai payung barusan. Zivaa pun seketika merah padam, dia tertunduk sambil memegangi jaket itu. Tapi karena itu pula, mereka pun kembali kehujanan. Shaka tertawa dan se

