23 • Pemeriksaan kedua, Bersama Dante

1490 Words

Udara di kawasan elite itu terasa lebih sejuk sore ini. Dante menurunkan kaca mobil saat melewati gerbang rumah keluarganya. Rumah bergaya kolonial-modern itu berdiri megah seperti biasa, tapi entah kenapa hari ini terasa... lebih mencekam. Begitu turun dari mobil, suara langkahnya mantap di atas paving batu. Pintu depan dibuka oleh salah satu staf rumah tangga. “Selamat datang, Tuan Dante.” “Di mana Mama dan Papa?” tanyanya langsung. “Di taman belakang, sedang minum teh.” Dante hanya mengangguk singkat sebelum berjalan masuk dan memutari rumah menuju halaman belakang. Suara cangkir beradu dengan piring kecil terdengar dari kejauhan. Silvana menoleh lebih dulu begitu melihat sosok putranya. “Dante.” Nada suaranya datar. Ada campuran kekesalan, tapi juga rasa sayang yang tak bisa dise

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD