Suara mesin mobil yang familiar terdengar melalui jendela, membuat Naina bergegas ke pintu depan. Saat dia membukanya, cahaya matahari sore menyorot langsung ke carport, menangkap siluet Chandra yang baru turun dari mobil. Cahaya keemasan menyinari bahunya yang lebar, dan tanpa disadari, senyum telah merekah lebar di bibir Naina, menghapus sisa-sisa ketegangan di hari-hari sebelumnya. Chandra, yang mengangkat kepalanya, langsung menangkap pemandangan itu. Wajahnya yang tadinya lelah seketika terang, digantikan oleh senyum balasan yang spontan dan hangat. Kaki Naina melangkah cepat menyambutnya, dan saat jarak mereka tinggal sejengkal, dia langsung menyelipkan dirinya ke dalam pelukan Chandra, wajahnya menempel pada kemeja yang masih hangat oleh terik. "Sayang, hati-hati," bisik Chandra,

