Senin pagi datang tanpa jeda, menyerbu Daskarendra Corp dengan irama yang tergesa. Gedung itu seperti sebuah organisme raksasa yang sibuk bernapas; pintu lift terbuka dan tertutup silih berganti, langkah kaki berderap di koridor, suara telepon bersahut-sahutan, dan layar-layar komputer menyala dengan grafik, dokumen, serta angka-angka yang terus bergerak. Semuanya tampak normal di permukaan. Sibuk. Produktif. Profesional. Namun, tidak bagi satu ruangan di ujung lantai delapan belas yang lebih hening daripada biasanya. Nea duduk diam di sana, di ruang konsultasi yang menjadi tempat ia membagi waktu dan pikirannya untuk orang lain. Ia menatap meja kosong di hadapannya, menanti dengan sabar hingga suara pelan dari gagang pintu menyadarkannya. Seorang karyawan keluar dari ruangan konsultasi

