Celine melangkah di antara deretan pepohonan rindang taman kota dengan semangat seperti anak kecil yang baru pertama kali dibebaskan dari rumah. Udara sore terasa segar, aroma rumput basah bercampur dengan wangi bunga liar yang tumbuh di tepi jalan setapak. Frans hanya bisa tersenyum melihat bagaimana istrinya itu menatap sekeliling dengan mata berbinar—seolah dunia di sekitarnya baru saja dilukis ulang dengan warna yang lebih cerah. Tanpa banyak pikir, Celine menepuk tangan kecil seorang anak perempuan yang duduk di ayunan sendirian. “Kamu mau es krim?” tanyanya dengan nada riang. Anak itu mengangguk malu-malu. Dalam hitungan detik, Celine sudah berlari kecil menuju gerobak es krim terdekat, sementara Frans yang mengikuti di belakang hanya bisa menggeleng pelan sambil tertawa. “Pak, sem

