Bab 79

2259 Words

Ruang tengah rumah itu sore itu begitu tenang. Celine duduk di sofa sambil memandangi taman kecil di luar jendela. Setelah semua yang terjadi—sidang, tekanan, dan teror dari Alena—akhirnya ia bisa bernapas lega. Semua orang yang ia sayangi selamat, dan Alena kini sudah dikurung di balik jeruji. Frans duduk di sebelahnya, membaca dokumen pekerjaan yang belum selesai. Jay di sisi lain, sedang berbicara di telepon dengan salah satu pengacara keluarga, memastikan segala proses hukum Alena berjalan sebagaimana mestinya. Tapi tiba-tiba, suara isakan kecil terdengar. Awalnya halus, lalu makin jelas. Frans menoleh cepat. “Sayang? Kamu kenapa?” Jay yang sedang menutup telepon pun langsung memutar badan. “Lho, kenapa Celine nangis lagi? Ada yang terjadi?” Celine mengusap matanya pelan, bahunya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD