Suara tawa Celine masih terdengar saat mobil mereka melaju di jalan menurun menuju pusat kota. Udara pagi itu begitu segar, matahari baru saja naik di balik pepohonan, dan aroma embun masih terasa di udara. Celine bersandar di kursinya, menatap ke luar jendela sambil tersenyum. “Cantik banget ya, pemandangannya. Aku suka banget kalau lewat jalan ini,” katanya lembut sambil melirik Frans yang memegang kemudi dengan satu tangan. Frans tersenyum tipis. “Iya, ini jalur yang paling indah kalau pagi. Sayang aja, agak sepi.” Celine mengangguk kecil. “Tapi sepi itu malah bikin tenang.” Frans sempat menatap istrinya beberapa detik sebelum kembali fokus ke jalan. Semuanya terasa begitu sempurna pagi itu—sampai akhirnya ia merasakan sesuatu yang aneh. Kakinya menekan pedal rem, tapi tidak ada re

