Setelah Fabian selesai sekolah hari itu, ia langsung berlari kecil menuju gerbang ketika melihat Celine sudah menunggunya. Bocah itu melambai-lambaikan tangan sekuat tenaga sambil berteriak kegirangan, seolah-olah mama-nya adalah pahlawan yang datang menyelamatkan hari. Begitu sampai di depan Celine, Fabian langsung meraih tangan ibunya dan menceritakan banyak hal dengan napas memburu, tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi Celine untuk menyela. “Mamaaaa tadi aku main ayunan, terus aku kasih bekal banyak, terus aku main bola sama temen aku, terus dia senyum terus, mamanya meninggal tapi aku nggak ngerti meninggal itu apa tapi dia sedih dan aku bagi bekal biar dia nggak sedih, terus aku lari terus guru bilang aku hebat, terus aku—” Celine mengelus kepala putranya yang masih penuh en

