Celine duduk di ujung sofa dengan wajah cemberut, sementara Frans yang baru saja keluar dari kamar mandi menatapnya dengan kebingungan. Rambutnya masih sedikit basah, aroma sabun dan cologne masih terasa jelas di udara, tapi Celine menutup hidung seolah mencium sesuatu yang sangat tak sedap. “Celine,” ujar Frans dengan nada tak percaya, “aku baru saja mandi. Bahkan sabunku masih baru aku buka, yang kamu pilih sendiri kemarin di mall itu.” Namun Celine justru menggeleng keras, ekspresinya serius. Ia mengerucutkan bibirnya lalu berujar pelan, “Tapi kamu tetap bau, Frans. Aku nggak tahu baunya apa, tapi… pokoknya aku nggak tahan. Jauh, jangan dekat-dekat aku dulu.” Frans menatap tak habis pikir. Ia bahkan memeriksa pakaiannya, mencium sendiri lengannya, rambutnya, bajunya—semua wangi. Tapi

