Bab 93

2447 Words

Malam itu, Celine duduk di tepi tempat tidur sambil memeluk bantal, matanya menatap kosong ke dinding kamar. Cahaya lampu lembut membuat bayangan di dinding terlihat samar, namun hatinya dipenuhi gelombang kekhawatiran yang tak bisa ia bendung. Frans duduk di sampingnya, merangkul tubuh istrinya yang gemetar sedikit karena takut. “Cel… apa yang kau pikirkan?” tanya Frans lembut, menepuk punggung istrinya dengan perlahan. Celine menghela napas panjang, matanya berkaca-kaca. “Frans… aku takut… takut nanti aku nggak bisa melahirkan bayi kita dengan selamat. Bagaimana kalau aku gagal? Bagaimana kalau terjadi sesuatu padaku atau… pada bayi kita?” suaranya bergetar, menandakan kecemasan yang sangat dalam. Frans menggenggam tangan Celine, menatap matanya dengan penuh ketenangan. “Cel… dengar a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD