Bab 162

2020 Words

Celine berdiri di depan jendela besar kamar mereka, memandangi taman yang sore itu tampak tenang. Angin menggerakkan daun-daun mawar yang beberapa minggu lalu ia tanam dengan susah payah, sebelum akhirnya dilarang Frans untuk terlalu banyak beraktivitas. Tangannya refleks menyentuh perutnya yang masih datar, namun sudah menyimpan begitu banyak perubahan dalam tubuh dan perasaannya. Pikirannya melayang jauh. Bukan ke dapur, bukan ke sofa, bukan ke rutinitas hariannya bersama Fabian. Pikirannya melayang ke Jepang. Ke Jay. Ke Liora. Ke keponakan-keponakannya yang selalu ia rindukan setiap kali malam terasa terlalu sunyi. Celine menghela napas pelan, lalu berbalik. Frans sedang duduk di tepi ranjang, membuka tablet sambil membaca sesuatu tentang kehamilan trimester pertama. Sejak tahu Cel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD