Bab 134

2033 Words

Pagi itu menjadi pagi yang paling berisik sejak mereka tiba di Jepang, bukan karena Celine atau Frans, tetapi karena Fabian yang sejak membuka mata sudah melompat-lompat di tempat tidur sambil berteriak kecil penuh antusias. “Disneyland! Disneyland! Papa, Mama ayo cepaaat!” Suara cerianya menggema di seluruh kamar hotel, membuat Frans hanya bisa mengusap wajah sambil tertawa karena putranya seperti mesin yang baru saja diisi baterai penuh. Celine sibuk menyiapkan pakaian Fabian, memilihkan jaket tipis karena cuaca akan sedikit berangin di Tokyo Disneyland. “Fabian, kamu harus sarapan dulu. Tidak boleh pergi kalau belum makan,” katanya sambil memasang kaus bertema Mickey Mouse hadiah dari Liora. Fabian langsung mengangguk cepat sambil menendang-nendang kakinya penuh energi. “Fabian mau mak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD