Pagi itu, udara terasa lebih segar dari biasanya. Langit sedikit berawan, tapi tidak tampak mengancam. Udara pagi mengalir tenang melewati deretan rumah baru yang masih setengah jadi. Di antara puing-puing, adukan semen, dan suara burung yang mulai terdengar samar, Ferdy datang lebih awal dari para tukang lainnya. Ia mengenakan kaus putih yang sudah ternoda cat, celana lusuh, dan sandal jepit yang mulai menipis. Di tangannya tergenggam kuas tua dan satu kaleng sisa cat biru muda dari kemarin. Hari ini ia mendapat tugas melanjutkan mengecat dinding kamar bayi—ruangan kecil yang dirancang penuh cinta untuk anak pertama pasangan muda, Jayden dan Zakiyah. Nama anak mereka: Lewis. Ferdy membuka pintu kamar itu perlahan. Aromanya masih khas: cat baru, kayu mentah, dan sedikit debu dari plafon

