Tubuh Gina nyaris telanjang di pangkuannya, hanya tersisa bra dan underwater tipis warna hitam transparan. Jafran menunduk, menciumi leher Gina yang harum dengan parfum barunya, lalu turun ke payudaranya, mengisap dan menggigit kecil. "Ahhh ...." Gina mendesah keras, duduk mengangkang di atas pangkuan Jafran, menggoyangkan pinggulnya dengan perlahan. Gesekan itu membuat Jafran mendesah dalam, meremas b****g Gina seolah ingin menahan agar tak meledak terlalu cepat. “Jangan buru-buru,” bisik Gina di antara napasnya yang berat, “Aku masih mau main lama.” Jafran membawa Gina naik ke meja, menyandarkannya di antara tumpukan dokumen dan laptop yang disingkirkan tanpa peduli. Tangannya membuka celana, dan dengan satu dorongan, ia masuk ke dalam Gina—dalam, panas, dan memuaskan. "Ahhh, Jafran!

