(++) Gaji Terakhir

1410 Words

Suara mesin bor meraung di udara pagi, bergema bersama hentakan palu yang memukul dinding-dinding semen. Proyek perumahan elite itu masih jauh dari rampung, tapi Ferdy tahu—bagi dirinya, ini adalah titik akhir. Di tengah debu yang beterbangan dan potongan keramik yang berserakan, Ferdy berdiri tegak. Kemeja lusuhnya sudah basah oleh keringat sejak matahari belum benar-benar tinggi. Topi proyek yang menutupi kepalanya tak bisa menghalau panas, tapi setidaknya menyembunyikan wajahnya yang kelelahan—dan penuh pikiran. Namun di balik semua rasa letih itu, ada secercah cahaya yang membuat langkahnya terasa lebih ringan: hari ini, ia menerima bayaran terakhir. Satu bulan penuh ia bekerja di proyek ini—mengaduk semen, mengukur bata, merapikan list kayu, hingga mengecat sudut-sudut rumah dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD