(++) Sidang Pagi dan Rahasia Malam.

1139 Words

Pagi itu matahari bahkan belum sepenuhnya naik ketika ketukan pintu keras terdengar di apartemen Ferdy. Zola yang masih meringkuk dalam pelukan Ferdy di balik selimut sontak menggeliat, wajahnya meringis. “Siapa sih pagi-pagi banget …,” gumamnya, suaranya serak. Ferdy yang matanya masih setengah terpejam mengernyit. “Jam segini cuma dua kemungkinan: satpam salah ketuk pintu … atau orang tua.” Zola langsung duduk tegak. “Astaga, jangan bilang Papa!” Tepat ketika kalimat itu meluncur, suara maskulin terdengar jelas dari balik pintu. “Zola! Ferdy! Buka pintunya.” Zola menepuk keningnya sendiri. “Ya ampun, itu Papa beneran.” Belum sempat keduanya bergerak, suara lain menyusul, kali ini suara Kamelia yang lembut namun tegas. “Ferdy, Zola sayang, ayo buka. Jangan pura-pura tidur.” Dan e

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD