(++) Semalam.

1121 Words

Desahan Zola makin keras, jemarinya kini beralih mencengkeram rambut Ferdy. “Ya Tuhan … aku nggak kuat ….” Ferdy melepaskan dengan suara basah, menatapnya dari bawah. “Kamu kuat. Kamu harus kuat, karena aku belum mulai apa-apa.” Tangannya bergerak turun, menyusuri perut Zola, membuka kancing celana pendek yang ia kenakan. Dengan cepat celana itu terlepas, menyisakan celana dalam renda tipis. Ferdy meraba permukaannya, menemukan kelembapan yang sudah merembes. “Basah banget … baru segini.” Suaranya berat, penuh nafsu. Zola menutup wajah dengan lengan, malu setengah mati. “Jangan ngomong gitu ….” Ferdy menarik tangannya, memaksa Zola menatapnya. “Lihat aku, Sayang. Jangan sembunyi.” Lelaki itu kemudian menunduk, mencium permukaan tipis itu melalui kain, membuat Zola menjerit kecil. Lal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD