Hari itu matahari menggantung tepat di atas kepala—terlalu terang, terlalu dekat, seperti ingin menguji batas daya tahan manusia. Udara terasa berat, menggantung di setiap pori. Panas menyusup tanpa izin, membakar ubun-ubun dan menyelimuti kota dengan sengatan yang tak bisa ditawar. Di halaman belakang rumah Jayden, sinar mentari memantul liar dari permukaan marmer putih yang baru terpasang, menciptakan kilau menyilaukan di sekitar kolam renang yang bening dan biru. Air di dalamnya berkilau seperti kristal, sementara ubin marmer memantulkan cahaya bagai cermin surgawi. Tapi bagi Ferdy, itu hanya pantulan dari dunia yang tak pernah menjadi miliknya. Ia menyeka keringat di dahinya dengan punggung tangan. Kaos lusuhnya sudah basah sejak pagi, lengket dan melekat di punggung seperti beban y

