Memaafkan Tapi Tidak Melupakan.

1279 Words

“Terlalu lambat untuk kata ‘salah’ sekarang,” balas Nero dengan nada rendah, menarik tubuh Erna lebih dekat, menekan ringan sehingga kedua d**a mereka bersentuhan. Tangan Nero menyusuri punggung Erna, merasakan setiap lekuk, dan perlahan menuruni pinggangnya. Erna tersentak, tapi sekaligus tubuhnya menanggapi sentuhan itu. Panik dan bingung bercampur menjadi satu. Ia menahan erangan yang ingin keluar, menutup mata, dan berusaha keras mengingat siapa dirinya, siapa yang ia lindungi, tapi tubuhnya seolah menolak tunduk pada logika. “Ini tidak boleh terjadi … kita teman …,” desahnya pelan, hampir tenggelam di antara ciuman Nero. “Teman?” Nero tertawa rendah, tapi suaranya menggoda dan berat. “Erna, teman tidak membuatmu merasakan seperti ini. Teman tidak membuatmu gemetar di hadapanku.” S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD