(++) Luka, Janji, dan Hasrat.

1206 Words

Udara malam di jalanan kota masih terasa lembap ketika mobil Ferdy berhenti di basement apartemen. Zola duduk diam sepanjang perjalanan, wajahnya seperti tertutup kabut. Ia masih mengingat percakapan makan malam tadi: nama ayahnya disebut, perusahaan keluarganya terbongkar. Semua itu membangkitkan ketakutan lama yang selama ini ia coba kubur. Ferdy meliriknya, lalu menepuk lembut paha Zola. “Udah, jangan mikirin yang tadi. Kamu aman, La.” Zola hanya tersenyum tipis, tapi matanya tidak bisa berbohong. Ada keresahan yang mengendap. Begitu sampai di unit apartemen, Zola langsung meletakkan tasnya di sofa, lalu berdiri termangu di depan jendela besar. Lampu kota berkelip jauh di bawah sana, tapi pikirannya justru melayang ke wajah ayahnya. Wajah keras yang selalu menuntut, dingin, penuh atu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD