Ia menatap layar beberapa saat, menunggu balasan, tapi yang terdengar hanyalah angin dan bunyi alat proyek. Ferdy tersenyum tipis, menaruh ponsel di saku, dan menatap tenda sepi di sekitarnya. “Ini latihan kesabaran, Ferdy. Ini bukan cuma soal makanan, tapi soal hati. Aku harus bisa menahan diri,” gumamnya, mencoba menenangkan perasaannya yang cemburu. Setelah beberapa menit duduk sendiri, Ferdy berdiri, mengambil helm dan sarung tangan, dan menatap proyek yang sibuk. Ia tahu, di balik kesibukan ini, Zola juga sedang melakukan hal yang sama: bekerja keras, menghadapi klien, menjaga profesionalisme. Dan Ferdy harus tetap percaya, meski hatinya sedikit terguncang oleh jarak dan chat singkat yang dingin itu. Dengan langkah pasti, Ferdy kembali ke proyek, menyiapkan dokumen, mengecek progre

