Lelaki Baru di Sekitar Zola.

1086 Words

Sejak menggantikan posisi Nero sebagai Direktur Marketing, jadwalnya padat sekali. Setiap menit terasa bernilai, dan kini ada lapisan emosi baru yang ia bawa: cemburu. Ia sadar, perasaannya itu tidak rasional, tapi sulit ia kendalikan. Setiap gerak Ferdy yang tampak bersahabat atau ramah dengan orang lain kini bisa membuat hatinya berguncang. Begitu klien itu pergi, Zola menundukkan kepala sebentar, menarik napas dalam, mencoba menenangkan pikirannya. Ruang rapat yang kini sepi masih dipenuhi aroma kopi dan kertas, lampu overhead yang menyala terang memberi kesan steril, tapi justru membuatnya sadar akan tanggung jawab yang menumpuk. Ia menatap papan tulis yang penuh angka, diagram alur audit, dan catatan-catatan kecil dari rapat sebelumnya. Di luar jendela, Jakarta terlihat sibuk sepert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD