Pagi itu, udara terasa kering. Jakarta baru saja diguyur hujan semalam, dan aroma tanah basah masih menempel di aspal. Ferdy duduk di halte tua di depan proyek kecil yang akan dimulainya minggu depan. Tangannya memegang botol teh kemasan, setengah kosong. Suara langkah berat menghampirinya dari arah belakang. “Woi, Ferdy?” Ia menoleh. Seorang pria berkaos hitam longgar dan mengenakan celana kargo pudar tersenyum lebar. “Mas Roy?” seru Ferdy kaget. “Gila … udah lama banget!” Roy, teman lamanya di panti asuhan dulu. Mereka pernah satu proyek bareng waktu jadi tukang bangunan freelance di Depok lima tahun lalu, lalu lost contact. Roy langsung duduk di sebelah Ferdy, menepuk bahu temannya. “Masih kurus lo. Gak naik-naik nih badan?” Ferdy tertawa kecil. “Gak sempet ngurusin badan, Roy. N

