Pertengkaran Hebat.

1269 Words

Malam itu apartemen mereka senyap, hanya suara jarum jam yang berdetak di dinding ruang tamu. Ferdy duduk di sofa dengan wajah muram, jemarinya mengetuk-ngetuk lutut tak sabar. Ia menunggu Zola pulang sejak satu jam lalu, dan begitu pintu terbuka, hatinya tidak langsung lega. Zola melangkah masuk dengan wajah lelah. Tasnya ia letakkan di meja, tanpa sapaan. Sepatunya dilepas dengan malas, lalu ia berjalan melewati Ferdy begitu saja. “Zola,” panggil Ferdy, suaranya berat. Zola berhenti, menoleh sebentar. “Hm?” “Kita harus bicara.” Nada itu membuat Zola menghela napas panjang. “Aku capek, Fer. Besok pagi saja, ya?” “Besok pagi? Atau besok lusa? Atau nggak pernah?” Ferdy berdiri, menatapnya tajam. “Aku udah nggak tahan lagi lihat kamu kayak gini.” Zola mengerutkan kening. “Maksudmu apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD