Zola mendesah pelan. Ciuman itu bukan sekadar pelepas rindu, tapi juga penyegel janji. Lidah mereka saling mencari, tubuh mereka semakin menempel, dan dunia di sekitar seakan lenyap. Zola melingkarkan tangannya ke leher Ferdy, menariknya lebih dekat. “Fer …," gumamnya di sela ciuman, napasnya mulai tak beraturan. Ferdy membalas dengan belaian lembut di pipinya, lalu turun ke leher, menorehkan kecupan basah yang membuat Zola mendesah lebih keras. Tubuhnya merespons setiap sentuhan, rasa hangat menyebar cepat. Gaun santai yang Zola kenakan malam itu tersingkap perlahan, setiap sentuhan Ferdy seperti menghapus lapisan-lapisan jarak yang sempat ada di antara mereka. Tangan lelaki itu bergerak pasti, hangat dan berat, menelusuri lekuk tubuh Zola dengan penuh penghayatan, seolah menghafal ul

