(++) Lanjut Paginya.

1503 Words

Belum selesai ia memarahi, Ferdy sudah bergerak. Ia mengangkat lingerie itu dengan dua jari, menatap Zola penuh arti. “Aku pengen lihat kamu pakai ini. Cuma ini, lalu … kita lihat siapa yang tahan godaan.” Zola menggeleng cepat. “Nggak, nggak mungkin. Aku malu.” “Zola,” Ferdy mendekat, menangkup wajahnya dengan satu tangan sementara tangan lain masih menggenggam lingerie itu. “Kamu nggak usah malu sama aku. Semalam kita udah saling telanjang, saling lihat semua. Jadi kenapa harus malu cuma gara-gara sehelai kain tipis ini?” Zola terdiam. Benar, logika Ferdy tak terbantahkan. Tapi rasa sungkan tetap ada. Ia menggigit bibir, menunduk, wajahnya memanas. Melihat itu, Ferdy mendesah, lalu mencium keningnya lembut. “Oke, gini aja. Kalau kamu malu pakai, biar aku yang pakaikan.” Zola langsun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD