Zola Menggantikan Nero.

1164 Words

Ruang kerja Dio Diamanta sore itu terasa lebih hening dari biasanya. Tirai tinggi menjuntai rapih, cahaya matahari terakhir menembus kaca besar dan menyorot permukaan meja kerja kayu hitam berlapis kaca. Aroma kopi hangat masih samar, tapi suasana jelas tegang. Dio duduk di kursinya dengan tangan menyilang di d**a, pandangannya mengarah lurus ke Zola yang baru saja dipanggil masuk. Di kursi seberang, Zola duduk tegak. Wajahnya cantik tapi terlihat ragu. Rambutnya dikuncir rendah, blazer hitam menempel rapi di tubuh rampingnya. Ada ketegangan di balik matanya. “Zola,” suara Dio dalam, mantap, sekaligus penuh pertimbangan seorang ayah. “Aku sudah memikirkan ini baik-baik. Setelah Nero dipecat karena kecerobohan sekaligus pengkhianatannya, posisi Direktur Marketing kosong. Aku tidak bisa me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD