Sofa dan Tukang Spesial.

1765 Words

Lampu ruang tamu masih menyala redup, menyisakan cahaya kekuningan yang hangat. Sofa empuk berbalut kain krem itu menjadi saksi dua insan yang duduk berdekatan, tubuh nyaris menempel. Ferdy memeluk Zola dari samping, sementara kepala wanita itu bersandar manja di bahunya. “Fer ….” suara Zola pelan, renyah tapi berisi nada merajuk. “Aku nggak suka, tahu. Jadi Direktur Marketing artinya aku makin sibuk. Nggak bisa ikut kamu turun proyek, nggak bisa lihat kamu kerja. Waktu kita makin sedikit .…” Ferdy tersenyum tipis, mengusap punggung Zola dengan gerakan lembut. “Aku justru senang, Sayang. Di proyek itu isinya cuma tukang-tukang laki-laki, mata mereka liar, imajinasi mereka aneh-aneh. Kalau kamu ada di sana, aku nggak bakal tenang. Mereka bisa saja … ya, kamu tahulah.” Zola mengangkat kep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD