Pagi yang Tergesa

1350 Words

Sinar matahari sudah menembus tirai tipis kamar ketika alarm di ponsel Zola meraung, memecah keheningan. Namun, bukannya segera bangun, Zola justru meringkuk semakin dalam ke dalam pelukan Ferdy. Aroma tubuh lelaki itu, hangat dan maskulin, membuatnya berat hati meninggalkan ranjang. “Fer … matiin dulu alarmnya,” gumam Zola setengah sadar, wajahnya mengubur di d**a bidang calon suaminya. Ferdy mengangkat satu tangan, meraih ponsel di nakas, lalu menekan tombol snooze. Ia menatap wajah Zola yang kusut tapi tetap cantik. Rambut acak-acakan, pipi yang masih bersemu merah sisa malam penuh gairah tadi. “Sayang, kamu lupa kalau sekarang udah kerja?” bisik Ferdy lembut, jemarinya mengelus rambut Zola. Zola membuka sebelah mata, menatap jam. Dan saat angka di layar menunjukkan pukul 07.45, ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD