Tidak lama setelah Maya pergi, giliran Audrey yang pamit. Ia berdiri dengan senyum sopan, mengucapkan terima kasih sekali lagi atas makan siang dan keramahan hari itu. Nadira membalas dengan pelukan singkat, sementara Reza hanya mengangguk kecil, pikirannya masih tertinggal entah di mana. Audrey lalu melangkah keluar restoran, pintu kaca menutup kembali dengan bunyi halus. Di saat yang hampir bersamaan, Lulu terbangun dari tidurnya. Bayi yang hampir tujuh bulan itu langsung menggerakkan tangan dan kakinya begitu melihat Nadira mendekat. Matanya membulat cerah, lalu senyum kecil muncul di wajahnya, seolah dunia barusan kembali lengkap. "Hai, Kakak bangun ya," ucap Nadira lembut sambil mencondongkan badan. Suster Intan segera mengambil wadah kecil berisi pure buah dari dalam kontainer pen

