Reza menghampiri meja resepsionis dengan langkah yang terlihat tenang, meskipun di dalam dadanya semuanya terasa berlarian tanpa arah. Ia menyebutkan kalimat yang sudah beberapa kali ia ulang di kepalanya sejak turun dari mobil. "Saya tamu di unit 2136." Resepsionis pria itu mendongak dari layar komputernya, menatap Reza sebentar, lalu tersenyum ramah. "Oh, tamunya Bu Maya ya?" "Iya," jawab Reza singkat, suaranya terdengar lebih mantap daripada perasaannya. "Silakan, Pak. Saya antarkan sampai lift," ujar resepsionis itu sambil mengambil kartu akses. Reza mengangguk dan mengikuti langkahnya melewati pintu kaca besar yang terbuka setelah kartu ditempelkan. Udara dingin lobi langsung menyergap kulitnya. Apartemen itu bersih, rapi, dan terasa sunyi, khas gedung hunian kelas menengah atas

