Sindiran di Meja Makan.

1045 Words

Rumah besar keluarga Maheswara sore itu tampak seperti istana kecil. Pilar-pilar marmer putih berdiri kokoh di halaman depan, sementara lampu gantung kristal berkilau dari balik jendela besar yang terbuka lebar. Aroma masakan tradisional menguar dari dapur, menggelitik indera siapa pun yang masuk ke dalamnya. Meja makan panjang dari kayu jati telah ditata dengan rapi: piring porselen bergambar bunga biru tersusun sempurna, gelas kristal memantulkan cahaya lilin, dan sendok garpu berkilau seakan baru dipoles. Namun bagi Nayara, semua itu terasa semu. Kemegahan yang seharusnya membuat nyaman, justru menghadirkan perasaan asing—dingin, menekan, seakan ia hanya tamu yang sedang diuji keberadaannya. Ia datang bersama Arga dan anak-anak setelah menerima undangan mendadak dari ibu mertua. Sejuj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD