Api Cemburu.

1103 Words

Jadi ia menahan. Menutupnya rapat. Menyimpannya sendiri. “Mas,” suaranya lirih, memecah keheningan. Arga menoleh. “Ya?” “Kenapa akhir-akhir ini kamu sering pulang malam?” Pertanyaan itu terdengar sederhana, hampir biasa. Tapi Nayara sendiri tahu, itu hanyalah pintu masuk. Arga tersenyum tipis, seolah sudah menyiapkan jawaban. “Rapat. Proyek baru mulai banyak. Kamu tahu kan, aku harus jaga kepercayaan klien.” Nayara mengangguk. Jawaban itu terdengar masuk akal. Terlalu masuk akal. Begitu masuk akal sampai terasa seperti barisan kata yang sudah dihafal. “Hmm.” Hanya itu responsnya. Ia menarik napas panjang, lalu memalingkan wajah ke arah lain. Arga mendekat, meraih jemari istrinya yang tergeletak di atas selimut. “Aku janji, semua ini untuk kita. Untuk anak-anak. Aku nggak pernah lup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD