Bantuan yang Ditolak

1050 Words

Pagi itu, sinar matahari menembus tirai kamar Nayara, tetapi hangatnya tidak mampu menyingkirkan rasa lelah yang masih menempel dari malam sebelumnya. Shaila masih dalam pemulihan, sementara Dharma menatap ibunya dengan mata khawatir. Nayara berjalan ke meja makan sambil memegang ponsel yang bergetar lagi. Satu pesan masuk, namun dari pengirim yang tak asing lagi: Shanaya. “Selamat pagi, Nayara. Aku dengar Shaila sedang sakit. Tolong terima bantuan dari aku untuk biaya rumah sakit. Anggap saja ini bentuk perhatian, bukan pengganti apapun.” Nayara menatap layar ponsel, napasnya tercekat. Tangan kecil Shaila yang sedang menggenggam selimut seolah terasa semakin rapuh di pelukannya. Ia menelan ludah, menahan rasa marah dan jijik yang menggelegak di dadanya. “Bun … itu siapa?” Dharma mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD