Sheila Jatuh Sakit, Nayara Merawat Sendirian

1086 Words

Nayara menarik napas panjang, berusaha menenangkan gejolak di dadanya. Ia tahu, ia tidak boleh terlalu emosional saat berbicara dengan anak-anak. Mereka masih kecil, mereka perlu bimbingan dengan hati yang lembut, bukan dengan amarah. “Dharma, Shaila .…” Suaranya pelan, tapi tegas. “Tadi siang Bunda lihat kalian bicara dengan seorang wanita di depan sekolah. Wanita itu namanya Shanaya.” Kedua anak itu saling menatap. Shaila yang lebih polos langsung mengangguk. “Iya, Bund. Tante itu cantik sekali. Rambutnya panjang, bajunya bagus. Dia bilang teman Ayah.” Nayara menelan ludah. Sakit rasanya mendengar kata “teman Ayah” dari mulut anak sekecil Shaila, tapi ia menahan diri. “Shaila sayang, dengarkan Mama baik-baik. Tante itu bukan orang baik. Kalian tidak boleh menerima apapun darinya. Tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD