(Biantara) - Wanita Yang Dominan

1527 Words

Biantara tidak langsung bergerak. Ia menggunakan kecerdasannya untuk merekam setiap detik momen ini. Ia ingin tahu secara logis kenapa ciuman semalam bisa mengacaukan konsentrasinya. Ketika bibirnya akhirnya menyentuh bibir Aruna, Biantara sempat tersentak kecil. Teksturnya jauh lebih lembut dari yang ia bayangkan. Ia memulainya dengan sangat perlahan, hampir seperti sedang melakukan eksperimen. Biantara menutup mata, mencoba memproses rasa hangat yang mulai menjalar ke sarafnya. Namun, rasa penasaran itu berubah menjadi kebingungan saat ia merasakan jantungnya berdegup tidak beraturan. Ini tidak logis, pikirnya di sela ciuman itu. Aruna tampaknya mulai tidak sabar dengan gerakan Biantara yang terlalu berhati-hati. Ia mendesah pelan, lalu tiba-tiba tangannya bergerak cepat menarik te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD