Beberapa bulan kemudian… Sore itu halaman depan RADITH CREATIVE HOUSE tampak lebih lengang dari biasanya. Satu per satu karyawan mulai keluar, sebagian langsung pulang, sebagian lagi masih berbincang santai di depan gedung. Di antara mereka, sebuah mobil hitam terparkir rapi di sisi jalan. Di balik kemudi, Revan Arkana Satriya menunggu dengan sabar. Kemeja biru laut yang ia kenakan digulung sampai siku, dua kancing atas terbuka, membuatnya terlihat lebih santai dari biasanya. Tangannya mengetuk pelan setir mobil, sesekali melirik jam di pergelangan tangan. Senyum kecil tersungging di bibirnya saat melihat sosok yang ia tunggu akhirnya muncul dari pintu kaca gedung. Nayara. Gadis itu berjalan keluar sambil memeluk map kerja, rambutnya dikuncir seadanya. Wajahnya terlihat lelah, tapi jauh

