Di Balik Ban Bocor

1376 Words

Matahari sore itu seolah sedang pamer kekuatan. Sinarnya menyengat, kontras dengan hati Nayara yang mendadak mendung saat melihat ban kiri belakang mobil abu-abu kesayangannya—si "Greyie"—tampak lesu, nyaris mencium aspal. Kemalangan yang tak pernah dipikirkan oleh otak kecil Nayara. Karena memang sepanjang dirinya membawa mobil sendiri tak pernah mengalaminya. Ya emang sih, apas nggak ada juga di kalender bukan? "Ya ampun, Greyie! Kamu kenapa pakai acara kehabisan napas di banmu heh? Mana tempatnya sepi kayak gini lagi." Nayara berkacak pinggang di samping mobilnya. Kepalanya sudah tolah-toleh mencari seseorang yang mungkin bisa membantunya. Baru saja ia menyelesaikan meeting yang menguras otak dengan klien yang cerewetnya minta ampun soal headline iklan, sekarang ia harus menghadapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD