"Kamu ...." Julian sampai tidak bisa berkata-kata. Tatapannya tertuju penuh di sosok wanita yang sepengetahuannya ini adalah teman dekat Aylin. "Kurang ajar," desisnya, merampungkan. Rahang Julian sampai mengetat karena itu. Maharani tersentak bangun, lengannya ditarik kasar oleh kakak Aylin. Iya, Rani tahu pria hangat yang sekarang tampak sangat menyeramkan itu kakak dari sang sobat. "M-maaf ... maafin Rani, Om." Tidak tahu baiknya harus menyebut dengan apa, mengingat usia jauh lebih tua di atasnya. Malah seperti lebih tua kakak Aylin daripada mama dan papa Maharani. "Maaf ...." Julian menatap nyalang sosok putri sambung Baja. Bisa-bisanya orang yang melukai Aylin adalah perempuan ini. Bisa-bisanya! Dadaa Julian kembang-kempis emosi. Amarahnya menggelegak ingin tumpah. Namun, buk

